Langsung ke konten utama

MATERI BEBAS (08)

CANDI BOROBUDUR

adalah salah satu candi Buddha terbesar dan terpenting di dunia, terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi selama pemerintahan Dinasti Sailendra. Borobudur memiliki keunikan dalam desain arsitekturnya dan dianggap sebagai simbol spiritualitas serta kekayaan budaya Indonesia. Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai Candi Borobudur:

1. Sejarah

Pembangunan: Candi Borobudur diperkirakan dibangun antara tahun 780 hingga 840 Masehi oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Sailendra, meskipun ada beberapa perdebatan tentang waktu pastinya.

Tujuan: Candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan dan meditasi bagi umat Buddha. Candi ini menggambarkan ajaran Buddha, dengan relief-relief yang menceritakan kehidupan Sang Buddha dan ajaran moralnya.

Kehilangan dan Penemuan Kembali: Setelah berabad-abad tidak terurus dan terkubur oleh letusan Gunung Merapi serta perubahan dalam kekuasaan politik, Candi Borobudur terlupakan. Pada abad ke-19, candi ini ditemukan kembali oleh seorang Inggris bernama Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.


2. Arsitektur dan Desain

Struktur: Borobudur adalah candi berbentuk stupa yang terdiri dari sembilan tingkat, dengan lima tingkat berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat berbentuk lingkaran. Puncaknya adalah sebuah stupa besar di tengah.

Ukuran: Candi ini memiliki dimensi yang sangat besar, dengan panjang sekitar 123 meter dan tinggi 35 meter. Jika dihitung dengan platform dasar, total tinggi Borobudur adalah sekitar 42 meter.

Relief: Candi Borobudur dihiasi dengan lebih dari 2.600 panel relief dan 504 arca Buddha. Relief-relief ini menggambarkan kisah hidup Sang Buddha, termasuk kelahiran, perjalanan spiritual, hingga pencapaian nirwana.

Stupa: Di puncak Borobudur terdapat stupa besar yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Stupa-stupa kecil di sekitar puncaknya melambangkan langkah-langkah menuju pencerahan.


3. Fungsi dan Makna

Tempate untuk Meditasi: Candi ini dirancang sebagai tempat untuk meditasi dan perjalanan spiritual menuju pencerahan. Setiap tingkat menggambarkan tahapan dalam ajaran Buddha, mulai dari dunia duniawi hingga pencapaian nirwana.

Simbolisme: Arsitektur Borobudur memiliki simbolisme yang mendalam, yang mencerminkan perjalanan spiritual umat Buddha. Pengunjung dapat berjalan mengelilingi candi sambil merenungkan ajaran-ajaran Buddha yang diilustrasikan dalam relief.


4. Peran dalam Keagamaan

Agama Buddha: Candi Borobudur merupakan situs keagamaan bagi umat Buddha, meskipun pada saat ini, candi ini juga menjadi simbol kebudayaan Indonesia. Pada waktu-waktu tertentu, Borobudur menjadi tempat upacara keagamaan, seperti Waisak, yang dirayakan oleh umat Buddha.

UNESCO World Heritage Site: Borobudur diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991 karena nilai budaya dan sejarahnya yang sangat penting. Ini menandakan bahwa Borobudur bukan hanya situs keagamaan, tetapi juga warisan budaya dunia.


5. Restorasi dan Pemeliharaan

Restorasi: Pada abad ke-20, Borobudur mengalami beberapa tahap restorasi, dimulai pada tahun 1907 hingga 1911 di bawah pengawasan pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1973 hingga 1983, restorasi besar-besaran dilakukan dengan bantuan UNESCO untuk menjaga kelestariannya.

Pemeliharaan Modern: Hingga saat ini, Candi Borobudur terus dipelihara dan diawasi untuk mencegah kerusakan akibat erosi, polusi, dan dampak bencana alam, terutama letusan Gunung Merapi yang berada dekat dengan candi.


6. Akses dan Wisata

Lokasi: Candi Borobudur terletak sekitar 40 kilometer sebelah barat Yogyakarta, dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi, bus wisata, atau transportasi umum.

Wisata: Candi ini merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia dan menarik wisatawan dari seluruh dunia. Pengunjung dapat menikmati pemandangan indah, serta melakukan tur untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah dan budaya Borobudur.

Peringatan Waisak: Setiap tahun, perayaan Waisak, yang merayakan kelahiran, pencerahan, dan kematian Buddha, sering diadakan di Borobudur, menarik ribuan umat Buddha dan wisatawan untuk berpartisipasi dalam perayaan tersebut.


7. Tantangan dan Isu Lingkungan

Dampak Bencana Alam: Letusan Gunung Merapi yang terjadi beberapa kali, terutama pada tahun 2010, menyebabkan ancaman bagi keberlanjutan Borobudur. Namun, restorasi dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala telah membantu mengurangi kerusakan.

Keberlanjutan Wisata: Meningkatnya jumlah pengunjung memunculkan tantangan dalam menjaga kelestarian candi. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengaturan jumlah pengunjung menjadi sangat penting.


Candi Borobudur bukan hanya sebuah monumen religius, tetapi juga simbol kebudayaan Indonesia yang mendalam, mencerminkan kekayaan sejarah dan spiritualitas masyarakat masa lalu. Sebagai situs Warisan Dunia, candi ini tetap menjadi daya tarik utama dan sumber kebanggaan nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI INFORMATIKA BAB 1

A. World Wide Web (www)      World Wide Web adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan hiperteks atau hyperlink. Fungsi www adalah menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Dengan demikian, salah satu fungsi www di internet adalah menawarkan berbagai kecanggihan dan kemudahan pemakai internet mendapatkan dan menampilan informasi di mana saja secara mudah dan cepat.  B. Teknologi Aplikasi Web       Aplikasi web adalah suatu aplikasi yang berbentuk klien/server yang dapat membentuk halaman-halaman web berdasarkan permintaan pemakai. Aplikasi web dibangun oleh 2 jenis scripting sebagai berikut :    1. Server side scripting pemrograman dari sisi server yang membuat kode-kode program yang hanya di esksekusi di server menjadi bentuk tag-tag HTML untuk dikirim ke klien. Contoh bahasa pemrograman dari sisi server, yaitu seperti PHP, ASP, dan lainnya. Bahasa pemrograman ini digunakan untuk memb...

MATERI BEBAS (06)

                          T ari Piring adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Minangkabau , Sumatra Barat, Indonesia. Tarian ini dikenal dengan gerakan dinamis dan keunikan menggunakan piring sebagai media dalam penampilannya. Berikut adalah informasi lengkap mengenai Tari Piring: 1. Pengertian Tari Piring Tari Piring adalah tarian tradisional Minangkabau yang melibatkan penggunaan piring sebagai alat dalam pertunjukan. Para penari memegang piring di kedua tangan dan menari dengan gerakan yang sangat lincah dan cepat. Piring-piring tersebut biasanya tidak terjatuh atau pecah, yang menunjukkan keterampilan dan konsentrasi tinggi para penari. 2. Asal Usul Tari Piring Asal : Tari Piring berasal dari daerah Minangkabau, Sumatra Barat. Sejarah : Tarian ini awalnya muncul sebagai bentuk ekspresi kebudayaan  masyarakat Minangkabau dalam upacara adat dan perayaan. Menurut legenda, tari piring dilatarbelak...